Tiroid dan Kehamilan

Apakah Tiroid? hmm… saya kasih linknya ajha ya dari wikipedia… :)

Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjarendokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depanleher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.” - Wikipedia

Sudah cukup lama Becky dikatakan memiliki kelenjar Tiroid. Awalnya, mungkin sekitar tahun 2004-an, Becky sedang periksa ke dokter Gigi dan setelah dokternya melihat leher Becky, ia mengatakan untuk coba periksakan akan kemungkinan adanya kelenjar Tiroid. Karena si Dokter Gigi merasa leher Becky agak membengkak. Dan jika Becky ada kelenjar Tiroid, bila ada tindakan pencabutan gigi, maka harus ekstra hati-hati.

Lalu setelah dari Dokter Gigi, Becky memeriksakan ke Ibu teman dekatnya yang kebetulan Internis. dan betul, ternyata Becky memiliki kelenjar Tiroid, namun tidak aktif. Aktif? Yes, Aktif dalam pengertian si kelenjar ini bagaikan ‘ngambang’, tidak membesar dan tidak agresif. Biasanya Tiroid yang membesar pada ukuran tertentu dan dilihat dari keaktifannya, harus dioperasi untuk diangkat. *knock on wood* (ngga mau!) :) .

Lalu apa yang harus dilakukan? katanya sering makan ikan,  untuk meningkatkan kadar yodium. Sehingga si kelenjar tidak membesar, dan agar mengecil. So yes, in a way, Becky kekurangan Yodium. How can that be? well, kalau dulu kayaknya kita sering melihat iklan layanan masyarakat tentang kampanye menggunakan garam berYodium untuk mengurangi penyakit Gondok ya?, kayanya siy jaman TVRI gitu? anyway, ternyata in Becky’s case, ada turunan juga dari Ibunya Becky yang dulunya juga memiliki kelenjar Tiroid. Memang umumnya hormon Tiroid itu adalah penyakit turunan.

Dalam kasusnya Becky, saat itu, Ia tidak perlu diobati atau bahkan sampai tindakan ekstrim di operasi. Alhamdulillah. Namun harus sering dipantau dengan cek darah dan waspada akan tanda-tanda yang nyata terlihat pada fisik tubuh. Misalnya, ‘gondok’ pada leher membesar, tremor, mudah berkeringat, susah tidur, etc. Cek darah disarankan 6 bulan sekali. Cek darah untuk Tiroid tidaklah murah juga. maka cocok untuk kantong kalau diperbolehkan untuk 6 bulan sekali.

Nah, sekarang Becky sedang mengandung. Apakah berbahaya jika sedang hamil dan memiliki kelenjar Tiroid?, to a certain extend, yes it can be dangerous to the Baby.

Memasuki kehamilan 5 bulan, Becky baru baca disebuah artikel dan menyadari bahwa sebaiknya perlu menginformasikan sejarah Tiroidnya ke dokter kandungan. Sewaktu kita menceritakan, ternyata Dr.Rudianti juga pernah ada kelenjar Tiroid, dan menceritakan bahwa punyanya diangkat karena aktif dan membesar. Dr. Rudianti dioperasi sekitar 8 bulan yang lalu. Jadi belum lama juga.

Lalu Dr.Rudianti memberikan surat pengantar untuk cek darah. Selain cek Tiroid (T3 & T4), juga memeriksakan kadar gula, dan lainnya.  Hasil pengecekan diperbolehkan untuk dibawa pada kunjungan berikutnya, sebulan lagi.

Pada pemeriksaan kehamilan 6 bulan, Becky dan Ivan membawa hasil cek darah. Setelah diperiksa, semuanya normal, namun T3-nya berjumlah 1.74H, diatas standard (0.45-1.37). Maka setelah itu, Dr.Rudianti merujuk kami untuk periksakan ke Dr.Bahdar, Internist yang praktek di RS Bintaro.

Berkunjunglah Becky dan Ivan ke Dr. Bahdar. Setelah hasil cek darah dilihat, ternyata kita masih kurang 1 test lagi yang perlu dilihat. Kalau sebelumnya kita hanya cek T3 & T4, kita masih kurang test TSH. Dr. Bahdar sempat menjelaskan, ada kemungkinan naiknya T3 karena hamil. Dan jika TSH angkanya normal, maka untuk sementara ini tidak perlu diobati. Namun jika TSH rendah, maka ada baiknya diobati untuk menjaga perkembangan bayi dalam kandungan.

Efeknya apa pada bayi dalam kandungan? Well, unfortunately dengan adanya penyakit Tiroid, bisa mempengaruhi pekembangan otak pada bayi. Maka harus dilhat dari hasil TSH juga. Setelah pemeriksaan fisik pada Becky, Dr.Bahdar menyatakan kalau Becky nampaknya tidak ada tanda-tanda HiperTiroid, ini dilhat dari ketenangan yang Becky pancarkan.

Seminggu kemudian Becky kembali ke Dr. Bahdar untuk membawa hasil TSH, dan sayangnya, kadar TSH yang dicek dari darah Becky cukup rendah, dibawah rata-rata standard. Hal ini sudah bisa dibilang Tiroidnya sudah mulai aktif. Maka dokter kemudian menyarankan untuk mengkonsumsi obat dengan dosis rendah, untuk menaikkan TSH. Umumnya obat diminum 3x sehari, namun karena dalam kondisi hamil, Becky disarankan untuk minum sehari sekali saja. Dan karena itu, Kita harus sering memantau angka T3 & TSH ini dalam jangka sebulan sekali. Jadi harus cek darah dan konsultasi setiap bulan ke Dr. Bahdar. Phew!

Apa yang terjadi jika kita tidak minum obat Tiroidnya? Nah, menurut Dokter, karena perubahan hormon saat hamil, ada beberapa kasus yang Tiroidnya sangat aktif. Namun juga ada beberapa pasien yang justru Tiroidnya aktif setelah melahirkan. Untuk kondisi Becky, keaktifan Tiroid belum mencapai tingkat ‘Hiper’, namun jika tidak diobati dari sekarang, akan lebih berbahaya jika HiperTiroid ini terlalu aktif saat mendekati kelahiran atau bahkan setelahnya.

Apakah bisa hilang Tiroidnya setelah mengkonsumsi obat? Menurut Dr.Bahdar bisa hilang, namun memang harus sering dipantau kembali, karena dengan cepat bisa muncul kembali.

So, alhasil, Becky sekarang mulai mengkonsumsi obat dengan harapan Tiroid bisa terobati, dan dengan doa agar si little joy baik-baik saja. Aminnn.

Until the next visit, see you around! 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s